Mungkin itu yang harus kukatan, bukan karna aku menghindarimu atau apa. Tapi hanya karna hati belum siap menatap wajahmu yang kini bukan menjadi milikku lagi. Menatap mata indah yang dahulunya selalu ada bayangananku disitu. Namun apa sekarang masih iya (?). Apa masih iya kau memikirkanku. Apa masih iya kau sering mengkhawatirkanku. Mungkin mencintaimu dalam diam itu lebih baik. Selama 16 tahun aku hidup. Mungkin kamu yang terbaik yang pernah menemaniku selama itu. Aku tidak pernah mengharap lebih. Aku hanya ingin suatu saat nanti kita kembali seperti dahulu. Seperti 2 tahun yang lalu. Bukan satu tahun belakangan ini. Entah apa yang mendorongku untuk berbuat seperti itu. Aku juga tak mau memaksamu. Jika memang kau tak menginginkan itu semua tolong katakan. Apa kita dua makhluk Tuhan yang sangat berbeda. Aku yang selalu menuntut kejelasan. Sedangkan kamu yang tak begitu mau untuk menjelaskan. Jika berpisah adalah jalan terakhir aku akan mencoba untuk mengikhlaskan segalanya. Aku hanya tak ingin membuatmu sedih ataupun kecewa. Aku hanya ingin melihatmu menjadi anak baik-baik. Aku tak ingin lagi menyalahkan lingkunganmu. Karena kamu sudah tau mana yang benar dan mana yang tidak. Mana yang seharusnya kau lakukan dan mana yang tidak. Sekali lagi ku tegaskan bahwa ‘bertahan itu teramat sakit jika hanya dari satu pihak’ jika kau merasa punya masalah. Segera bicarakan. Segalanya akan baik-baik saja jika without selfish.. you will be the best memory. Thanks.
Senin, 20 Januari 2014
Tak ingin bertemu denganmu..
Mungkin itu yang harus kukatan, bukan karna aku menghindarimu atau apa. Tapi hanya karna hati belum siap menatap wajahmu yang kini bukan menjadi milikku lagi. Menatap mata indah yang dahulunya selalu ada bayangananku disitu. Namun apa sekarang masih iya (?). Apa masih iya kau memikirkanku. Apa masih iya kau sering mengkhawatirkanku. Mungkin mencintaimu dalam diam itu lebih baik. Selama 16 tahun aku hidup. Mungkin kamu yang terbaik yang pernah menemaniku selama itu. Aku tidak pernah mengharap lebih. Aku hanya ingin suatu saat nanti kita kembali seperti dahulu. Seperti 2 tahun yang lalu. Bukan satu tahun belakangan ini. Entah apa yang mendorongku untuk berbuat seperti itu. Aku juga tak mau memaksamu. Jika memang kau tak menginginkan itu semua tolong katakan. Apa kita dua makhluk Tuhan yang sangat berbeda. Aku yang selalu menuntut kejelasan. Sedangkan kamu yang tak begitu mau untuk menjelaskan. Jika berpisah adalah jalan terakhir aku akan mencoba untuk mengikhlaskan segalanya. Aku hanya tak ingin membuatmu sedih ataupun kecewa. Aku hanya ingin melihatmu menjadi anak baik-baik. Aku tak ingin lagi menyalahkan lingkunganmu. Karena kamu sudah tau mana yang benar dan mana yang tidak. Mana yang seharusnya kau lakukan dan mana yang tidak. Sekali lagi ku tegaskan bahwa ‘bertahan itu teramat sakit jika hanya dari satu pihak’ jika kau merasa punya masalah. Segera bicarakan. Segalanya akan baik-baik saja jika without selfish.. you will be the best memory. Thanks.
Mungkin itu yang harus kukatan, bukan karna aku menghindarimu atau apa. Tapi hanya karna hati belum siap menatap wajahmu yang kini bukan menjadi milikku lagi. Menatap mata indah yang dahulunya selalu ada bayangananku disitu. Namun apa sekarang masih iya (?). Apa masih iya kau memikirkanku. Apa masih iya kau sering mengkhawatirkanku. Mungkin mencintaimu dalam diam itu lebih baik. Selama 16 tahun aku hidup. Mungkin kamu yang terbaik yang pernah menemaniku selama itu. Aku tidak pernah mengharap lebih. Aku hanya ingin suatu saat nanti kita kembali seperti dahulu. Seperti 2 tahun yang lalu. Bukan satu tahun belakangan ini. Entah apa yang mendorongku untuk berbuat seperti itu. Aku juga tak mau memaksamu. Jika memang kau tak menginginkan itu semua tolong katakan. Apa kita dua makhluk Tuhan yang sangat berbeda. Aku yang selalu menuntut kejelasan. Sedangkan kamu yang tak begitu mau untuk menjelaskan. Jika berpisah adalah jalan terakhir aku akan mencoba untuk mengikhlaskan segalanya. Aku hanya tak ingin membuatmu sedih ataupun kecewa. Aku hanya ingin melihatmu menjadi anak baik-baik. Aku tak ingin lagi menyalahkan lingkunganmu. Karena kamu sudah tau mana yang benar dan mana yang tidak. Mana yang seharusnya kau lakukan dan mana yang tidak. Sekali lagi ku tegaskan bahwa ‘bertahan itu teramat sakit jika hanya dari satu pihak’ jika kau merasa punya masalah. Segera bicarakan. Segalanya akan baik-baik saja jika without selfish.. you will be the best memory. Thanks.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar